Google+ Followers

Minggu, 14 Juli 2013

Harapan Itu



Sakit ini sakit seperti sakit tergores oleh sebuah pisau tajam, atau lebih dari dari itu.
Mengerti akan sebuah keadaan dan tutur bahasamu yang menyembunyikan sebuah luka yang tak terkira.
Luka indah yang telah membekas dan menambah harapan kosong yang tercipta.
Merasakan yang teramat sakit, dengan sedikit tetsan air mata jatuh ke pipi hanya untuk seorang pemberi harapan.
Banyak janji yang kau abaikan, banyak rayuan yang kau ucap, dan banyak kau tebar sebuah kasih sayang ke orang.
Aku tak percaya akan semua itu, keadaan yang memaksaku untuk percaya, sungguh!